Konsep Surveilans Epidemiologi

Surveilans adalah suatu mekanisme mengumpulkan, menganalisis data dan menginterpretasikan hasilnya untuk perencanaan, implementasi dan evaluasi yang dilakukan secara terus menerus (ongoing)
Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari dan menganalisis berbagai masalah kesehatan pada suatu kelompok populasi
Surveilans Epidemiologi adalah kegiatan memantau, menganalisis masalah kesehatan secara terus menerus selanjutnya diinterpretasikan dan hasilnya digunakan untuk perencanaan, implementasi dan evaluasi.
Surveilans adalah information for action yaitu tidak hanya berhenti pada pengumpulan dan analisis data tetapi juga melakukan tindakan pencegahan dan penanggulangan.
Pengumpulan data bisa dilakukan secara aktif maupun pasif.
Aktif yaitu petugas aktif mencari kasus, contohnya kasus campak, lumpuh layu.
Pasif yaitu petugas menunggu, contohnya kasus malaria, DBD.
Masing-masing kasus sudah ditentukan pengumpulan datanya secara aktif atau pasif.
Contohnya untuk kasus TB dulu active case finding, sekarang passive case finding active promotion.
Dari pengumpulan data akan didapatkan informasi epidemiologi yang menyangkut waktu (kapan kejadiannya), tempat (dimana kejadiannya) dan orang (siapa yang terkena masalah kesehatan).
Setelah mendapatkan informasi epidemiologi dilakukan diseminasi informasi (penyebarluasan) ke tingkat yang lebih tinggi atau di bawahnya.
Tingkat tinggi berupa laporan.
Tingkat di bawahnya berupa  feedback, isinya rekomendasi/usulan jalan keluar mengenai masalah kesehatan yang terjadi.

tambahan:
prevalensi = (jumlah kasus baru + kasus lama) : jumlah populasi
insiden = jumlah kasus baru : jumlah populasi berisiko


Perpisahan dengan Si Biru



Pertama kali beli Si Biru lupa tanggal pastinya, kalau tidak salah tahun 2008. Waktu itu masih kerja di salah satu perusahaan percetakan. Awal beli, selalu memperhatikan perawatan Si Biru. Setiap hari dibersihkan, dan seminggu sekali dicuci. Namun karena jam kerja yang padat dan melelahkan, perawatan Si Biru sedikit terabaikan. Si Biru menjadi teman perjalanan, baik ke tempat kerja, ke pasar, atau jalan-jalan. Si Biru juga sempat menjadi saksi perjalanan panjang dari Sedati – Sukodono.

Si Biru sempat diistirahatkan sebentar saat awal kuliah di tahun 2009. Hanya dipakai untuk beli makan saja tetapi tidak setiap hari. Setelah itu Si Biru menjadi aktif lagi saat dibawa pindah kost di Surabaya dekat kampus. Saat di kost Si Biru sering aku ajak keluar, pastinya berdua dengan adikku. Aku dan adikku pernah Seharian bersama Si Biru keliling Surabaya. Si Biru sudah aku ajak menjelajah pasar seperti Mulyosari, Pacar Keling, Pucang, PGS, dan Blauran. Si Biru juga pernah keliling kampus mulai dari Unair, ITS, dan UNTAG.

Si Biru sudah menemani dan menjadi saksi perjalanan selama hampir 5 tahun. Dari mulai sewaktu saya masih kerja, kuliah, dan lulus kuliah. Hari ini terakhir Si Biru ada di sini. Selanjutnya Si Biru akan pindah ke desa. Ya, Si Biru kami kirim untuk orang tua. Di hari terakhir SI Biru di sini, dia harus melakukan perjalanan yang lumayan jauh. Si Biru aku kayuh sampai dekatnya Pasar Turi. Setelah itu aku titipkan di ekspedisi untuk dikirim ke Delanggu. Semoga Si Biru bermanfaat di desa.

Maafkan kami ayah ibu, untuk saat ini baru bisa memberikan Si Biru yang tanpa mesin. Mohon doanya semoga di tahun ini juga bisa memberikan Si Biru baru dengan mesin untuk ayah ibu. 
Aamiin

Ibu dan Buah Hati


Sebagai orang tua pasti menginginkan yang terbaik bagi buah hatinya. Orang tua khususnya ibu, pasti menginginkan agar anaknya bisa menjadi orang yang sukses, bisa menjadi pemimpin. Anak sebagai generasi penerus, diharapkan bisa menjadi pemimpin untuk melakukan perubahan menjadi lebih baik. Saya ingin buah hati saya nanti menjadi seorang pemimpin baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Jiwa kepemimpinan tidak hanya dimiliki oleh anak yang berbakat atau memang dilahirkan sebagai pemimpin. Namun kepemimpinan itu dapat dipelajari dengan cara melatih sejak kecil.
Menurut saya, seorang anak bisa menjadi pemimpin berkat peran dari orang tua khususnya ibu yang mengasuhnya. Peran ibu untuk si pemimpin kecil bisa dimulai ketika ibu merencanakan kehamilan. Seorang ibu harus menjaga kesehatan dirinya dan kandungannya agar nantinya ibu dan bayinya lahir dengan sehat. Setelah melahirkan, ibu masih memegang peran penting untuk pertumbuhan bayi yaitu dengan memberikan ASI (Air Susu Ibu). ASI (Air Susu Ibu) sangat bermanfaat bagi bayi karena merupakan nutrisi sempurna yang mengandung berbagai macam zat gizi yang bermanfaat untuk kesehatan bayi, mengandung imun untuk menjaga kekebalan tubuh, dan mempererat ikatan emosional antara ibu dan anak. Ibu yang memberikan ASI kepada bayinya juga mendapat manfaat seperti merasa puas, ada ketenangan dan kebahagiaan emosional. Dengan adanya ikatan emosional maka seorang ibu bisa merasakan kedekatan dengan anak. Seorang ibu pasti bangga bisa mengasuh anak yang dikandungnya dan selalu melihat perkembangan buah hati secara langsung. Setelah ASI eksklusif, anak harus diberikan makanan bergizi yang menunjang pertumbuhan dan perkembangan si buah hati. Dengan makanan bergizi anak tumbuh sehat, aktif dan pintar sehingga bisa menjadi pemimpin.
Kesehatan bukan satu-satunya modal untuk menjadi pemimpin. Anak perlu mendapat pendidikan untuk menunjang kemampuannya sebagai pemimpin. Pendidikan anak juga menjadi tanggung jawab orang tua. Pendidikan untuk anak tidak hanya pendidikan formal di sekolah, namun pendidikan di keluarga juga menjadi hal utama. Pendidikan di sekolah berguna untuk meningkatkan kemampuan akademis anak, sedangkan pendidikan di keluarga lebih mengajarkan pada agama, moral, dan sosial.  Menurut saya pendidikan tidak perlu diajarkan dengan paksaan dan kekerasan. Anak dibiarkan bebas berkreasi, orang tua hanya mengarahkan ke hal-hal yang baik.
Keluarga sebagai lingkungan utama bagi anak untuk belajar. Peran ibu disini akan sangat terlihat, ibu mengasuh anak sekaligus sebagai pendidik bagi buah hatinya. Ibu mengajarkan ilmu kehidupan yang tidak diajarkan di sekolah. Ibu bisa menceritakan pengalamannya sebagai pelajaran dan gambaran untuk buah hati. Itulah peran ibu untuk si pemimpin kecil. Saya berharap bisa mewujudkan impian saya untuk menjadi ibu yang baik dan berperan dalam kesuksesan buah hati saya.

MAGANG

Apa dan bagaimana magang???
Magang adalah belajar mengaplikasikan ilmu yang sudah didapat selama perkuliahan ke dalam dunia kerja. Magang sebagai awalan atau latihan sebelum benar-benar terjun ke dalam dunia kerja. Jadi pas magang itu kita seperti pegawai, ikutan bekerja sesuai dengan unit yang kita tempati. Selain mengaplikasikan ilmu yang didapat di perkuliahan, magang juga melatih soft skill seperti bekerja sama dalam sebuah tim. Saat magang kita menunjukkan kemampuan dan juga attitude dengan baik, siapa tau nantinya setelah magang akan direkrut menjadi pegawai.
Proses pelaksanaan magang yaitu:
1. Mencari tempat magang, ijin secara informal dulu, jika sudah cocok bisa lanjut mengurus perijinan formal.
2. Membuat proposal magang, mau magang di unit apa, tujuannya apa, metode kegiatannya seperti apa, dll.
3. Hari pertama magang pasti orientasi dulu, sama seperti sekolah, yaitu mengenal tempat magang dan orang-orang yang ada di tempat tersebut.
4. Hari-hari selanjutnya melaksanakan kegiatan sesuai tujuan magang, ikut berpartisipasi dalam unit kerja, dll.
5. Ketika magang kita harus menaati peraturan yang ada di tempat magang
6. Magang ini ada dosen pembimbing dan pembimbing dari tempat magang, jadi harus komunikasi dengan pembimbing terkait pelaksanaan magang dan pelaporan magang

Magang ini dilaksanakan selama 1 bulan. Selesai magang kita harus menyusun laporan pelaksanaan magang kemudian diseminarkan. Daan ini dia hasil laporan magangku. Alhamdulillah magang sudah tuntas :)
 

Ketersediaan Pangan Tingkat Rumah Tangga

KETERSEDIAAN PANGAN TINGKAT RUMAH TANGGA

Pangan adalah semua jenis bahan yang terdapat di alam yang dapat dimakan oleh manusia. Pangan merupakan kebutuhan pokok bagi manusia untuk pertumbuhan dan perkembangan, jadi pangan harus tersedia setiap saat, baik secara kualitas maupun kuantitas. Secara kualitas berarti pangan yang tersedia memenuhi gizi yang diperlukan oleh tubuh. Secara kuantitas berarti jumlah pangan yang tersedia sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan oleh setiap orang.
Ketersediaan pangan adalah tersedianya bahan pangan secara fisik di suatu wilayah. Bahan pangan bisa berasal dari produksi pangan di wilayah tersebut, perdagangan pangan melalui mekanisme pasar di wilayah tersebut, stok yang dimiliki oleh pedagang dan cadangan pemerintah, serta bantuan pangan dari pemerintah atau non pemerintah. Produksi pangan bersumber dari sektor pertanian, peternakan dan perikanan. Suatu wilayah biasanya memiliki satu atau lebih bahan pangan yang unggul dibandingkan dengan wilayah lain atau menjadi wilayah sentra produksi suatu komoditas. Contoh komoditas yang ada di Indonesia misalnya padi, jagung, kedelai, kacang tanah, sayuran, buah-buahan, minyak sawit, gula tebu, daging, telur, dan hasil perikanan. Produksi pangan mencakup bahan pangan pra panen dan pasca panen. Faktor yang berpengaruh pada bahan pangan pra panen misalnya jenis tanah, iklim, bibit yang digunakan, irigasi, pemupukan, dan teknologi yang digunakan selama produksi pra panen. Faktor yang berpengaruh pada bahan pangan pasca panen misalnya iklim, dan teknologi yang digunakan selama produksi pasca panen untuk mencegah atau menghambat terjadinya kerusakan pada bahan pangan. Faktor-faktor tersebut ditambah dengan adanya bencana alam bisa mempengaruhi produksi pangan  baik secara kualitas maupun kuantitas.
Ketersediaan pangan di suatu wilayah mempengaruhi ketersediaan pangan tingkat rumah tangga. Namun ketersediaan pangan di suatu wilayah yang bagus tidak menjamin ketersediaan pangan tingkat rumah tangga. Misalnya sebuah rumah tangga yang hidup di daerah sentra produksi padi. Rumah tangga tersebut juga menjadi salah satu petani padi yang menanam padi jenis unggul. Tetapi belum tentu keluarga petani tersebut makan beras yang ditanam sendiri. Karena tingkat ekonomi yang rendah, sedangkan kebutuhan rumah tangga banyak, maka petani menjual hasil panen mereka. Uang hasil panen dibelikan beras yang harganya jauh lebih murah dan juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga yang lain. Ironi sekali nasib petani kita saat ini. Mereka belum tentu bisa panen dengan bagus dan jika tiba masa panen harga pangan justru turun padahal biaya yang digunakan dari sebelum mulai menanam sampai akan panen sangat banyak.
Ketersediaan pangan tingkat rumah tangga juga dipengaruhi oleh distribusi pangan. Distribusi pangan adalah proses pengangkutan bahan pangan dari suatu tempat ke tempat lain atau dari produsen ke konsumen.  Distribusi pangan dalam suatu wilayah bisa tidak merata untuk seluruh rumah tangga karena keterbatasan rumah tangga.  Keterbatasan rumah tangga dalam mengakses bahan pangan terjadi karena aspek fisik dan aspek ekonomi. Aspek fisik seperti letak produksi bahan pangan yang jauh dan sulit dijangkau, serta kurangnya sarana dan prasarana untuk bisa menjangkau letak produksi bahan pangan. Sedangkan dari aspek ekonomi karena tingkat pendapatan rumah tangga yang rendah.
Keterbatasan dalam menjangkau bahan pangan akan mempengaruhi tingkat konsumsi pangan rumah tangga. Tingkat konsumsi dipengaruhi oleh tingkat pendapatan dan tingkat pengetahuan. Tingkat pendapatan menentukan pola konsumsi bahan pangan. Tingkat pendapatan yang tinggi akan berpengaruh pada kemampuan dalam membeli bahan pangan sesuai yang diinginkan dan bisa menentukan pola konsumsi yang bervariasi. Tingkat pengetahuan menentukan keputusan dalam memilih bahan pangan. Tingkat pengetahuan yang tinggi mengenai bahan makanan yang bergizi, tentunya  dalam menentukan makanan yang dikonsumsi akan lebih seksama.